Showing posts with label story. Show all posts
Showing posts with label story. Show all posts

Friday, 28 February 2014

ada yang SALAH dengan ospek kita?

panorama UniofSydney (google)
Assalamualaikum warahmatullah hi wabarakatuh.
Apa kabar? Aku dan kau sehat selalu ya.:)

Aku mau tanya nih, apa pendapat mu ketika mendengarkan kata-kata Orientation day atau yang terkenal dengan OSPEK? Menyenangkan ataukah malah sebaliknya, akan menjadi moment paling menyebalkan dalam tahap hidup mu selanjutnya? Jika sebagian besar kamu memilih untuk menjawab yang kedua, selamat!, Artinya kamu mempunyai potensi untuk mengubah hal tersebut. Bagaimana caranya? Tentu saja cara tergampang adalah berdoa agar para pejabat kampusmu terketuk hatinya untuk mengubah perspektif pola pandangmu dan mengubah ospek tahun depan sesuai dengan jawaban yang pertama. Kalau kamu bersikeras ingin memberikan kontribusi juga akan menjadi lebih yahud. Artinya kamu mengkombinasikan kekuatan yang luar biasa, berdoa dilanjutkan dengan berusaha. Kalau sebagian dari kamu menjawab dengan pilihan pertama, juga selamat! Sampaikan salam hangat dari mereka dengan jawaban kedua kepada kampusmu.

Oke. Sekian dulu preambule nya. *emang UUD? Anggap saja begitu. 

Berkesempatan mengikuti OSPEK di fakultas kedokteran hewan University of Sydney selama 2 hari membuatku terperangah akan sistem yang mereka terapkan. Seseram itukah? Jelas tidak. Sebahagia itukah? Aku dengan yakin mengangguk! Bagaimana? Sama sekali berbeda dengan Indonesia, *mungkin kamu akan bilang dengan “nenek-nenek juga tau!”. 

Oke aku cerita sedikit ya sedikit pengalamanku. Ospek di Fakultas yang merupakan gabungan dari mahasiswa Kedokteran Hewan dan Peternakan, secara hubungan 2 fakultas ini udah kayak adik kakak mungkin ini juga yang membuat para dekan nya memutuskan untuk menggabungkannya. Kampus Kedokteran Hewan University of Sydney memiliki 2 area kampus yang berbeda. Kampus utama di Sydney dan kampus Camden, kampus Camden (aku tinggal disini) merupakan area yang terfokus ke berbagai macam peternakan, dimulai dari babi, kuda, domba, ayam dan sapi. Juga terdapat klinik hewan kecil, klinik kuda dan klinik untuk exotic animal. Selain itu, area Camden Campus juga dilengkapi dengan bangunan untuk kuliah, student accomodation, peternakan dan Carbo Food serta Plant Breeding Institue (keduanya merupakan fasilitas utama untuk mahasiswa agriculture). Camden Campus biasanya digunakan jika mahasiswa mempunyai jadwal praktikum ataupun untuk para mahasiswa yang berada di tingkat akhir yang akan melakukan penelitian dan kelas Patologi yang dilangsungkan selama sebulan penuh (pengingat semasa menjadi “kodilis” di FKH UGM :D)

Ospek di hari pertama dilakukan di main campus, disini keseluruhan mahasiswa dibagi ke beberapa kelompok kecil. Acara pertama dimulai jam 09.00 dengan ucapan selamat datang dari dekan yang diwakili dosen, kemudian acara pengenalan singkat tentang dunia kehewanan. Lalu, kelompok kecil yang didampingi mahasiswa senior bermain games sederhana dengan tujuan mengetahui lebih banyak informasi mengenai teman baru di satu kelompok, kemudian tour de faculty. Setelah bermain games dilanjutkan morning break, lalu pengenalan singkat mengenai Organisasi Intra Kampus. Kemudian jeda makan siang lalu dilanjutkan dengan pengenalan mengenai fasilitas- fasilitas dan kehidupan di kampus. Acara hari pertama selesai jam 16.00.

Kemudian ospek di hari kedua, dengan menggunakan bus fakultas, dilaksanakan di Camden Campus. Tentu saja selain tour peternakan mahasiswa dibekali pengenalan dari Royal Canin (sponsor utama, :D), AVA (Australian Vet Assosiaciation, PDHI nya nih) diakhiri dengan pembagian majalah jurnal gratis, sesi tips berharga  dari para mahasiswa senior( para maba bisa bertanya apa pun mengenai kehidupan kampus) kemudian dilanjutkan dengan games sederhana yang memiliki pesan luar biasa akan pentingnya kerjasama dalam tim serta diakhiri dengan sesi poto bersama. ospek di hari kedua ini pun selesai di jam 16.00
ospek berkelas :))
 Simple, singkat, tidak memberatkan, berharga, menyenangkan, pesan utama tersampaikan. Hal ini yang aku dapat dari pelaksanaan Ospek salah satu Universitas terkenal di benua Kangguru. Sangat berbeda bukan dengan ospek di bumi pertiwi tercinta kita, mulai dari memakan waktu yang lama (bahkan di beberapa kampus sampai 1 semester), dibumbui tindakan bullying dan tindakan konyol yang beragam dengan alasan A-Z, peraturan baru bahwa senior selalu benar.  Dan yang lebih MENYEDIHKAN adalah tidak hanya satu atau dua mahasiswa yang MENINGGAL DUNIA hanya gara-gara OSPEK yang lagi – lagi katanya memiliki tujuan utama untuk berbenah dan mendisiplinkan diri. Entahlah, semoga dari kita bisa mengambil maknanya. Bukankah Junjungan kita, Baginda Rasulullah SAW selalu memberikan prinsip kelembutan untuk mengajarkan sesuatu? .
Di akhir ospek. Jujur. Hati saya mengatakan, selamat! Kalian berhasil membuat saya iri sedalam-dalamnya. 

senyum envy :")
Sekian dulu, maaf gambarnya terbatas, kamera lowbat. Mohon maaf jika ada kata-kata yang salah tapi benar, *maksudnya? Silahkan interpretasi masing-masing.


Friday, 10 January 2014

Jakarta Jogja Jogja Jakarta dalam 17 jam (1)


Assalamualaikum warahmatullah hi wabarakatuh. 

Ternyata ini jadi tulisan pertama di 2014. :D

“Rida, ternyata kamu harus ke Jakarta buat ngurus visa kamu sendiri”, telpon singkat dari prof. Aris membuatku bergerak cepat. Sendirian ke Jakarta? Awalnya aku agak ragu, tapi, tiba-tiba naluri gadis batakku berbisik dengan tegas, "katanya gadis batak, gitu aja takut, toh kau sudah ke Manado sendirian" setelah mendapat wejangan dan penguatan dari si naluri, aku pun segera meluncur www.traveloka.com buat cari tiket Jogja – Jakarta buat tanggal 19 Januari 2014. Alhamdulillah. Tiket tidak terlalu mahal, rata – rata sekitaran 300 – 400 ribuan dengan jam keberangkatan yang berbeda-beda. Mulai pagi sampe malam. Dengan asumsi, kantor Australian Visa Application Centre tutup jam 16.00, maka aku maximal sampe di kantor jam 14.00,  awalnya aku ingin pilih airasia yang berangkat pagi, tapi kudu beli bagasi minimal 15 kg untuk penerbangan domestik (Rp. 40.000 total tiket 414 rebu belum airport tax) membuatku memilih tiket dari sriwijaya dengan jadwal berangkat 10.30 – 11.40 (340 rebu). Bayar via atm transfer membuatku tenang. Tapi.. 

Malamnya, aku bbman dengan kakak angkatan yg tinggal di jkt, aku ceritakan detailnya. Tapi ketenanganku tiba-tiba menguap! Kak uli bilang, berdoa yaa nduk semoga pesawatmu gak delay dan urusanmu lancar. Jedar! Kenapa aku gak memperhitungkan sedikitpun resiko delay yang dipadu padankan dengan macetnya ibukota?! Oh My Allah! teriakku!  Kalau dalam situasi seperti ini, hukumnya haram jika mau curhat ke sang ibunda, aku yakin kepanikan beliau 2 x lipat diatasku. Maka, semua tau, bahwa doa adalah harapan terbesar. 

Doa pertamaku terkabul, sriwijaya air ontime! Sampe SoeHatt jam 12.00, awalnya aku ingin shalat zuhur di qada’ di ashar. Tapi, nuraniku membisikkan, hei, kau sudah ontime di jkt. Apa susahnya meluangkan 15 menit untuk berterima kasih?. Sebelum ada bisikan lainnya, segera aku melayangkan kaki ke Mushala bandara. Ternyata setelah aku selesai shalat, ada rombongan yang akan berangkat ke Mekah. Aku tertegun dan memandangi mereka.. aku rindu kota suci itu. Tanpa malu, aku meminta untuk menyampaikan sedikit untuk pada pekerja di Mekah. Dengan ramah, ustadzah dari rombongan tersebut memberiku amplop dan memintaku untuk menuliskan nama dan apa yang ku mau. Untuk sejenak aku bingung dan feel blassed. Lalu ku tuliskan nama dan pintaku, panggil aku ke kota suciMu bersama suami, BuyaUmik dan mertua kelak..Aamiin ya Rabb..

Setelah di taxi, doa kedua pun mulai ku lafalkan. Ya Rabb sampaikan aku di kantor AVAC sebelum jam 14.00. melihat kemacetan yang ada aku pun merubah doaku, apapun yang terjadi, moon bantu hamba untuk bisa menyelesaikan urusan visa sebelum katornya tutup ya Allah.. Dan, Allah maha baik! Aku duduk di kantor AVACnya untuk menunggu giliran bahkan sebelum 14.00! doa keduaku terkabul! Dan ternyata pengurusan berkasya tidak memakan waktu yang lama asalkan berkas kamu komplit yaa. Di tulisan selanjutnya aku ceritakan deh. Prosedur buat ngurus student visa ke Australia.
Sendirian dengan ditemani tas punggung, ku susuri halte TransJakarta. Aku bertekad ke St.Senen aku kudu pake TJ. Duitku ngepas banget, haha. Lalu, the power of insting dan tanpa malu bertanya mengantarkanku dengan mudah ke TJ yang tepat. Kalau dari kantor AVACnya naik TJ turun di Harmony lalu sambung ke arah Senen. Dengan gembira aku naik ke TJ yang sesak itu, lalu sebelum halte Harmony turun di halte Monas. Tiba- tiba naluri backpackerku muncul, mumpung udah di jakarta, ayo sempatin naik ke Monas. Gimana ntar ke Senen nya? Naluriku yang liar dengan tegas menjawab, dipikir ntaran aja, toh masih di Indonesia dan banyak orang buat nanya. Maka dengan tegas ku langkahkan turun di halte Monas. Lalu ? gimana selanjutnya? Tunggu yaaa! Hahaha.  

Saturday, 28 December 2013

Karena Ditinggal Pesawat adalah Patah Hati yang MengINSPIRASI!


Assalamualaikum warahmatullah hi wabarakatuh.

Sebenarnya ii udah ditulis sejak tanggal 20 Desember 2013, tapi berhubung rada sibuk, jadi baru kepost deh sekarang. Jadi, anggap kita balik ke tanggal 20 Desember yaaa. 

Hai. Hai. Halo. Pagi ini aku patah hati. Sebenar – benarnya patah hati. Tapi tak apa, patah hati kali ini menginspirasi. Pada mau tau kan kenapa aku patah hati ? kalau pun kalian gak mau tau, yasudah. Tak apa. Toh itu pilihan hidup yang kalian putuskan. 

Sadar woi! Jadi gini. Langsung aja. tulisan ini aku tulis di dalam kamar, sendirian di dalam rumah, mana si radio lagi muterin lagu si Geisha yang lumpuhkan ingatanku. Masya Allah! komplit syudaaaaaah!!!!! 

Harusnya pagi ini aku sudah di Hongkong. Hongkong yaa Hongkong! Alhamdulillah, aku berhasil dapat tiket promo gila-gila an. Bayangkan. Denpasar Hongkong Cuma 7 RIBU RUPIAH!. Dan Hongkong Surabaya Cuma 207 RIBU RUPIAH!. CAN YOU IMAGINE IT ? sudah. Sesi caps lock cukup sampai disini. Aku ngedapetin info ini dari grup Backpacker Dunia di facebook. Om Teddy yang posting ini, dia ngepost, baru aja ngeborong tiket denpasar hongkong Cuma 5 RIBU Rupiah sebanyak 25 tiket! Masya Allah. aku yang baru ngebaca post ini merasakan adrenalin yang mengalir deras ke seluruh tubuh. Dan begitu ngecek di traveloka.com promo itu masih ada dan sampai 23 desember doang. Apa kah ini yang namanya konspirasi yang menginspirasi ? aku pun menganggapnya begitu. 

Setelah melalui segenap perjuangan, aku pun fix akan berangkat ke Hongkong. Izin dari ibunda tercinta dengan gampang ku dapatkan karena aku berangkat bersama adekku. Hehehe. Lalu.. kejadian ini pun terjadi. 

Sampai Bali tanggal 17 Desember jam 11.00 waktu setempat. Sedangkan si adek sampe Ngurah Rai jam 16.00. jadi lah aku menghabiskan waktu kayak orang ilang. Bawa troley kemana-mana. aku yg awalnya mikir, kok bandara ngurah rai kayak gini ya? Gak ada bedanya dengan adisucipto. Iseng. Kakiku melangkah dan mengurungkan niat nunggu si adik di kedatangan domestik, aku pun bertanya dimana keberangkatan internasional. Dan begitu sampe, buhsyeet! Megah yee! Karena kagum aku pun mencoba buat video dan upload ke instagram. Setelah beberapa kali fail buat upload, akhirnya berhasil juga. Fyi, ini kali pertama aku berhasil unggah video ke instagram, -_-. Kemudian aku pun cari-cari mushala, niatnya buat tidur sejenak, berhubung sedang tidak shalat. Sedih juga sih, mushalanya kecil banget! Tapi, gpp deh, Alhamdulillah masih ada mushala. 

Setelah menit-menit membosankan itu terlalui. Adikku nongol juga di Ngurah Rai. Dengan bahagia, kami pun menuju loket check in. Setelah beres, tiba-tiba kami melirik ke dua orang mas-mas yang dari penampilannya, kami yakin 100% mereka juga para stalker backpacker dunia! Hohoo. Setelah sesi perkenalan singkat, seolah disatukan ikatan yang sama, kami ber4 menjadi cepat akrab. Dan memutuskan untuk keluar dari loket check in buat memenuhi rontaan para cacing. Ngobrol ngolor ngidul dan baru pesan makan jam setengah 8. Dan entahlah, seolah diatur semesta, kami ber4 sibuk masing2, adikku sibuk pesan tiket sby – medan. Bang Andre sibuk ambil duit dan tukar ke uang HKD, sedangkan si bang Joe sibuk pesan tiket pulang, tak satupun dari kami ber4 yang sadar detik-detik terakhir keberangkatan penerbangan kami. Dengan santai kami naik lift dan malah si bg Andre sempat-sempat mau poto ber4 dulu. Lalu.. tiba2 mbak2 counter check in kami berteriak, KOK MASIH DISINIII?????!! KALIAN BER4 PENUMPANG YANG DARI TADI DIPANGGIL – PANGGIL!! Detak jantungku langsung meningkat beberapa kali lipat! Setelah mbak nya bantuin kami minta buat si kapten kasih waktu nunggu kami dan ternyata si kapten dengan teganya bilang gak mau. Lalu kami pun untuk sesaat seperti ada di  drama, bayar airport tax, lalu lari melewati imigrasi dan berlari sekecang mungkin menuju gate 10. Kemudian, mas petugas menegur kami dan bertanya dan menjawab, gak bisa, pesawatnya baru aja terbang. Jedar! Batu besar itu seolah menimpaku. Kami ber4 mengeluarkan reaksi yang berbeda dengan hasil yang sama. Kekecewaan, penyesalan, kesedihan, keletihan menjadi perpaduan yang sempurna untuk malam ini. Dengan langkah gontai disertai hati yang sakit,  kami menyusuri international departure itu. Tak ada yang bisa disalahkan. Kami pun saling mnguatkan. Dengan tawa yang miris dan pandangan mata nanar, kami menatap langit, melambaikan tangan dan menitip salam ke langit Hongkong. Awalnya berat, bahkan terasa super berat dalam menghadapi nya, tapi sudahlah apa mau dikata. Semesta tak izinkan dan  berbaik sangka lah kepada Sang Maha Perancang Skenario. Tak ada guna menyesal terlalu lama. ini jadi pelajaran yang super berharga. Jangan pernah remehkan waktu!  
senyum kegetiran di Ngurah Rai Internasional Departure :"")
just FYI, kedua biji abang backpacker itu tetep berangkat ke Hongkong, seolah sudah tau bakalan ketinggalan mereka dari jauh2 hari beli tiket DPS - HKG untuk tanggal 20 dan baliknya tgl 23 Des. Tapi kemarin si bang Joe message aku di fesbuk, dia bilang seolah kena karma karena aku dan adekku gak jadi berangkat. aku tanya apa karmanya? dia bilang, BlackBerry dia nyempung ke got di Surabaya dan bg Andre ketinggalan pesawat Sby Jakarta karena ketiduran. Koplak! entahlah aku tak tau harus prihatin atau ngakak. EMaap yaa bang ya! :))

Jadi, sangat benar pepatah yang keluar dari bibirku ini, bahwa. Ketinggalan Pesawat adalah sebenar-benarnya Patah Hati yang Menginspirasi. :”)

Friday, 12 July 2013

Selamat datang Ramadhan pertamaku! :)




Alhamdulillah.. segala puji mari kita haturkan kepada sang pemilik raga. Berkat izinNya kita masih dipertemukan dengan bulan yang tak diragukan lagi keberkahan didalamnya, Ramadhan! 

Ramadhan 1434H, sepertinya akan menjadi tangga awal moment hijrahnya diriku. That’s why, this title is welcome my first Ramadhan.. kenapa? Ada kah yang istimewa dari ramadhan 1434H ini bagi seorang hamba Allah yang hina dina yang bernama Rida ini? Aku akan jawab dengan semangat 45. Ada! Banyak! Kalau sedikit mengingat masa lalu yang aku sebut kelam, 2013 merupakan tahun keemasanku.. begitu banyak perbuatan yang sia-sia yang aku lakukan tanpa ada sedikit pun perasaan bersalah.. bahkan terkadang aku menyebut diriku seorang penzina karena entah sudah berapa kali diri ini menjalin hubungan yang sudah sangat jelas tak direstui oleh Sang Maha dan manusia paling mulia sedunia, Rasulullah SAW yang populer dikenal dengan pacaran tersebut. Jangan kau bayangkan teman, zina hanya lah bersatunya kemaluan dua insan, bahkan manusia paling mulia sudah mengatakan bahwa memandang yang haram sudah termasuk zina mata, dengki bin dendam yang merupakan zina hati, dan lain-lain.. naudzubillah.. semoga kita terhindar dari bahaya zina ini ya.. Aamiin..

2013M / 1434H yang tak kan pernah aku lupakan sepanjang hidupku merupakan tahun pertamaku menggunakan jilbab/khimar yang sesuai dengan AlQur’an atau yang disebut @pedulijilbab sebagai jilbab syari’i,padahal kawan, aku sudah pake jilbab sejak kecil. Tapi ternyata baru tergerak untuk mengubah gaya jilbab dari yang ribet, tak menutup dada dan masih terkesan jilbab yang “ngasal” menjadi lebih sederhana, menjulur menutup dada dengan sempurna dan gak ngasal ternyata baru di umur 21 thn.. Alhamduliilah banget.. there is no "late" for back to Him.. Alhamdulillah Allah.. terima kasih atas hidayahMu, terima kasih sudah mengenggam hati ku dan membolakkan nya menjadi sesuai ridhaMu.. 

Mahalnya hidayah kawan.. dan tak seorang pun yang bisa menjamin bahwa aka nada suatu saat kita ngedapetin hidayah tanpa ada usaha untuk mengejarnya.. indah banget loh hidup sesuai dengan perintah Rasul SAW, manusia paling mulia sudah menerapkan aturan-aturan hidup yang asalnya dari Sang Maha. Tentu saja Dia lah yang paling tau apa yang terbaik untuk hambaNya. Jadi? Sudah tau kan tugas kita? hidup saja lah yang gak macem-macem, gak neko-neko. Kalau kata orang jawa adalah, manut ae karo Sang Gusti Allah SWT.. 

At least, welcome my first Ramadhan.. hope that all of moslem in the world get “right way” to our God in this month. goodluck for upgrading ourselves! Don’t waste your time! Just remember that you are the author of your own BOOK OF DEEDS, so its important to make sure its WORTH a read on the day of judgement.:Bismillah. we can! theres a will, theres a way! :")

Saturday, 20 April 2013

jangan remehkan gadis batak!


Pernah ngalami kejadian   gak menyenangkan? Menakutkan? Dan mendebarkan? Bagaimana jika itu terjadi di dirimu?ketika kau berada di kota orang? bagaimana reaksimu?

Yaa! Aku pernah mengalami hal seperti ini. Ini beneran dan serius, aku hampir disasarin oleh supir angkot di kota manado. Kejadiannya tepat hari kedua aku di manado, tgl 7 februari 2013. Setelah berasik ria di bunaken. Seperti di tulisan sebelumnya, aku sera dan ibunya berpisah di mall. Setelah keluar dari mall, aku pun ditunjukkan sera angkot menuju ke hotelku. Dan yang buat cerita ini kurang seru adalah aku lupa nyatet nama angkotnya. Maksudmu da? Jadi gini. Oke, simak baik-baik ya. Hahhaa.

Setelah keluar dari angkot, sudah magrib, tapi aku sudah berniat untuk menjama’ shalat di isya. Karena aku pengen shalatnya di hotel saja, aku pun ditunjukin sera angkot X yang memiliki daerah  sebut saja tujuan A. sama seperti kebanyakan angkot2 lain di Indonesia. dimana setiap angkot kebanyakan mempunyai 2 jalur utama yang akan dilewatinya. Sebut saja tujuan B ini karena *akulupanamanya. Nah, begitu sera menunjukkan aku angkot X tersebut, aku pun naik dan berpisah dari sera. Aku duduk tepat dibelakang supir. Lalu supirnya tiba-tiba nanya, mbak itu temannya? Aku heran, kok aneh sih orang ini tiba2 nanya gitu. Iya, jawabku. Bukan orang asli sini ya mbak? Aku jawab iya. Disini tinggal dimana? Kesalahanku! Fatal! Aku keceplosan mengatakan tinggal di hotel. Tapi aku gak bilang kalau aku pertama kali ke manado, aku mengatakan bahwa aku mengunjungi teman sma disini, dan sera adalah teman smaku *ini acting yang bagus. Kecurigaan ku sebenarnya sudah timbul sedari awal, tapi aku berusaha stay cool. Berhubung aku jawabnya singkat-singkat, #terima kasih ibuk x yang pertama kali kutemui atas pelajarannya, masnya tidak berniat lagi untuk bertanya. Aku pun mengucap syukur dalam hati. Setelah sampai di akhir tujuan A, karena aku tau bukan disini daerah hotel ku, maka aku pun diam saja tak menunjukkan gejala turun dari angkot. Mas nya nanya, mbak mau turun di mana? Aku jawab, aku mau turun di daerah D ini karena *akulupanamanya. Wah, angkot ini gak kesana loh mbak, loh? Terus saya harus naik apa mas? Mbak maju aja ke depan. Duduk didepan Karena di angkot tinggal aku sendiri, aku  pun pindah ke depan. Duduk di samping mas supirnya, kulihat angkot menuju ke jalur lain yang belakangan ku tau menuju ke terminal. 

Dikarenakan jantung kota manado relative kecil, aku pun hafal beberapa tempat yang terkenal seperti Holland bakery dan tempat-tempat yang aku yakin pernah melewatinya. Aku pun bertanya lagi, mas, sebenarnya saya ini naik angkot tujuan apa untuk bisa sampai ke D? Alhamdulillah, di dalam angkot aku sudah tak sendiri lagi, ada beberapa penumpang yang sepertinya hendak ke daerah B. pertanyaanku dijawab dengan jawaban yang sangat tidak jelas dan seperti seakan orang yang menggumam. Oke. Aku malas untuk bertanya lagi, aku perhatikan tempat-tempat yang aku  lewati tersebut, aku pun yakin, bahwa daerah ini masih aku kenali. Dari pandangan ekor mataku, aku menangkap bahwa masnya melirik ke aku yang sedang memperhatikan deretan toko. Tapi aku cuek, tetap saja memperhatikan. Batinku berbisik, jangan macam-macam ya mas sama  gadis batak!.  Lalu, sudah semakin menjauhi jantung kota manado, angkot tersebut masuk ke daerah yang sama sekali aku tak kenali, dan tiba-tiba pengingat adzan isyaku di tab berbunyi. Masnya ngeliatin aku lagi, dalam hatiku, konsen nyetir ae mas! Hih!. Semakin lama, aku merasa entah dimana, antah berantah, Alhamdulillah banget, daerah asing tersebut kompleks pertokoan dan penumpang angkot tersebut masih banyak, jadi aku masih santai, in sya Allah gak bakalan deh dia bisa macem2 sama aku. 

Semakin lama, aku merasa semakin janggal. Ini dimana sebenarnya, tak mau menunggu lama, ku keluarkan hape cantikku *Samsung merah filflop gahuls. Lalu aku sms anak2. Termasuk Diana, teman seangkatanku FKH UGM 2009. Aku curhat deh sm dia dari sms, bilang kalau aku kayaknya hampir disasarin angkot, dia kaget. Aku bisa ngebayangin gimana wajahnya di jogja sana,  apalagi dia udah tau kalau aku ke manado tanpa izin dari orangtua, komplit deh. Tak mau tambah parno karena kekhawatiran dari si Diana, aku pun teringat  mas mic. Ingat kan? dia anak pemilik warung makan yang aku datangi pertama di manado, warung makan tepat di depan hotelku, dia yang kasih nomor hape nya dan bilang mbak hubungi saya kalau ada apa2. Langsung aku kirim sms, tanya, mas, saya di daerah B, apakah ini angkot menuju ke hotel saya?. Dan kalian tau apa balasan mas mic teman2? Mas  mic balas, “mbak turun sekarang, itu jauh banget.” Orang baru mana yang tak panic mendapat sms seperti itu, karena aku yakin mas mic gak bakalan bohong, jelas aja dia gak bohong, aku kan ngerti sedikit tentang daerah kota manado, sementara daerah ini aku tak kenal sama sekali, aku panic, tapi aku bener2 hebat kala itu, aku juga kagum pada diriku, sama sekali tak terlihat panic. Raut mukaku biasa dan datar seolah angkot ini sudah menuju ke  arah yang benar. Melihat aku yang sibuk memainkan hape. Mas supirnya nyeletuk, mbak ini kok asik main hape aja ya. Aku diam aja, gak jawab sama sekali. Dalam hati ndongkol banget aku, sejak mas mic balas gitu, aku pun ntah kenapa tak punya keberanian bilang mau turun. Dasar! apa yang terjadi padamu rida! Aku juga heran! Mungkin ini namanya syndrome panic yang kita tak bisa melakukan apapun yang kita mau, 

Aku harus cari masjid! Aku harus menemukan rumah Allah. Ya rabb.. bantu aku.. sepanjang jalan tak kutemukan masjid. Dalam hati aku bingung, takut, kalut campur jadi satu. Tapi, seandainya kau melihat raut wajahku kawan, akan kau lihat wajah datar tanpa ekspresi. Oke, aku juga cukup heran, siapapun yang kenal denganku, pasti akan heran, karena aku memang termasuk orang yang ekspresif. Ntahlah, mungkin di kondisi tertentu, aku memang diharuskan bersikap untuk melindungi diriku sendiri.

Angkot berjalan semakin menjauhi jantung kota manado. Alhamdulillah, Allah SWT masih melindungiku. Ada penumpang angkot yang turun di kawasan rumah sakit umum daerah, tak mau kehilangan kesempatan aku pun digerakkan untuk turun. Fikiranku mengatakan, pasti ada masjid di sini. Pasti ada rumah Allah di kawasan RSUD ini. Begitu sepasang psutri tersebut turun, aku pun langsung sigap bilang, KIRI! *kiri = pinggir. Langsung aku sodorkan 2 rebu ke mas angkot tersebut. Begitu turun, ada kelegaan luar biasa yang tak bisa ku ceritakan. Subhanallah Allah.. Alhamdulillah Allah.. kau masih lindungi hamba...

Aku harus cari masjid! Kerinduan untuk menumpahkan beban dalam hati kepada sang Maha memuncak..aku pun bertanya kepada ibu2 penjual warung terdekat, “buk permisi, masjid terdekat ada dimana ya?” “wah, gak ada loh mbak, jauh dari sini”. Aku langsung bilang, oke, terima kasih bu”. Aku tak lantas menyerah, setelah sms mas mic, kalau aku akhirnya sudah turun di kompleks RSUD, dia bilang akan jemput aku, jangan kemana2, kata mas mic. Tak mau luntang lantung di jalan, aku pun masuk saja ke komples RSUD yang ku yakini ada masjidnya, dari pinggir jalan harus berjalan sekitar 15 meter untuk masuk ke kompleks. Dengan tas yang berat karena ada baju basah habis snorklingan, ditambah harus membawa air 3 liter yang aku beli di mall sebelum naik angkot  ditambah bingung kalut ditambah rasa letih.,ingin rasanya aku menangis. Ya menangis. Sendirian, letih, dan semua rasa-rasa negative berkumpul mejadi satu. Tapi tiba-tiba ada suara berbisik, hih! Katanya gadis batak! Gini aja udah mau nyerah! Kurang bersyukur aapa kau sudah menikmati surge bawah laut bunaken?! Aku tersentak! Sekejap semua perasaan negative itu hilang. Tiba-tiba aku tertawa, menertawakan diri sendiri,. Kenapa terlalu lemah? Begini saja mau nangis? Aku pun langsung ngucap dengan keras, oke! Aku kan gadis batak! Hahaha. 

Tanya satpam, dimana letak masjid,. Dari petunjuk nya sih dekat, tapi ternyata aku nyasar di rumah sakit! Hahaha, ini pasti karena perasaan akan rindu kasur yang sudah memuncak. Lalu, dengan tanpa menyerah dan bertanya ke hampir lebih dari 5 orang, Alhamdulillah aku temukan masjid, sampai di masjid, aku diam.. terduduk.. semua perasaan itu kembali lagi.. perasaan yang aku tak suka.. ingin nangis.. tiba2 the power of ucapan “katanya gadis batak” muncul lagi. Aku tertawa tapi tak kuat, duduk, menghela nafas, meminum air putih, menatap jauh sambil bertanya, Allah.. hamba dimana? Mungkin ini pelajaran yang Allah kasih karena aku tak pamit.. tak pamit kepada sepasang bidadari surgaku..

Sebelum shalat  isya, aku  sms mas mic. “mas, saya tunggu mas di masjid kompleks RSUD, saya mau shalat dulu”. Mas mic balas, “ya mbak, jangan kemana2”. Aku langsung wudhu, shalat, doa, mohon ampun.. Allah, terima kasih sudah menjadi pelindung terbaik. Terima kasih atas perlindungan sempurna yang kau berikan.. maafkan hamba.. bulir bening hangat tak terbendung lagi.. tertumpah dalam doa.. perasaan ini yang aku cinta,. Menangis di hadapan sang Maha..beban di hati hilang sudah, meluap entah kemana..

Setelah selesai, aku duduk sebentar di dalam rumah allah.. masih di atas sajadah, tiba-tiba masuk sms, “mbak, saya sudah di depan”, hamdallah,, bisikku,, aku keluar dari masjid, kulihat mas mic tersenyum prihatin kepadaku.. ya Allah mbak.. Alhamdulillah mbak masih selamat, aku pun tertawa ringan, iya mas, saya dijaga Allah. Hehe kataku. Ayok mbak saya antar mbak ke hotel. Iya mas, kataku.. kemudian, mas mic mengatakan, mbak.. ini jauh banget.. saya saja orang asli manado, baru tau kalau di kompleks RSUD tersebut ada masjid.. kalau mbak gak turun di sini, pasti saya kebingungan mencari mbak.. kalau juga mbak gak turun di RSUD, mbak pasti dibawa ke terminal.. dan saya gak tau harus gimana mencari mbak..

Aku? Kaget dan Haru campur jadi satu, kalau bukan karena perlindungan Allah.. mustahil aku bisa turun di RSUD.. kalau bukan karena digerakkan Allah, mustahil mas mic mau menjemput aku yang notabene jauh dari rumahnya, allahuakbar! Hamdallah..segala puji bagi engkau ya Allah.. Engkau lah pelindung kami dunia dan akhirat..

Alhamdulillah.. aku sampai dihotel sekitar jam 21.30 WITA..

Moral of the story : kalau memutuskan akan menjalani solo backpacker, harus banyak informasi dipegang. Kadar hati-hati dan waspada wajib ditingkatkan. Buat yang muslim, jaga shalat selalu. Dengan menjaga apa yang diperintahkan, yakinlah, akan kau dapatkan perlindungan terbaik dari sang Maha.. :)
stay travelling! :)