Showing posts with label Australia. Show all posts
Showing posts with label Australia. Show all posts

Saturday, 24 May 2014

Jatuh cinta pada Hostel!


Assalamualaikum warahmatullah hi wabarakatuh

Halo semua. Aku dan Kau sehat yaa. Ini sebenarnya tulisan udah ditulis lama banget tapi kemalasan yang ada hingga kadar tak terhingga jadilah ini baru diposting. Haha. 

sebenarnya ini cerita pengalaman pertamaku berhostel ria di Melbourne. Asik. Alhamdulillah deh, selamat menikmati ;)

3 cewek kesayangan yang dipertemukan oleh kamar 221 Nomad Hostel! ;3

Akhirnya. Trip Canberra Melbourne yang aku lakukan adalah pertama kali menjadi solo traveller dan bakalan jadi pengalaman pertama nginep di hostel! Yeay! Superb excited. Selama di kereta aku pun menyusun itin selama 3 hari di melbourne. Setelah menempuh hampir 10 jam perjalanan dengan menggunakan kereta api, sampailah aku di kota cakep ini jam 19.30. sebelumnya setelah baca2 review dari pengguna hostel via hostelbook.com akhirnya aku memutuskan utk menginap di All Nomad Nation Backpacker Hostel. Tentu saja selain murah, dapat sarapan gratis (nasi, pasta, teh dan kopi dengan catatan buat sendiri) letaknya juga strategis. Tidak jauh dari southern cross station

Sampai di Melbourne sekitar jam 19.30 dan sok oke ngandalin google maps, jadilah aku nyasar yang lumayan jauh dengan menggeret koper 20 kg (sisa hidup 2 bulan), tas backpack 8 kg, tas ransel biasa  yang berisi laptop dan kamera serta tas tangan. Oh Rida, oh wanita! . bukan tak bertanya, aku sudah bertanya ke lebih dari 5 orang, akhirnya orang yang ke 6 menyatakan dengan lugas, bahwa anda nyasar, sebaiknya kembali ke stasiun dan tanya orang di sekitar stasiun karena spencer street amat dekat dari situ. Allahuakbar! Pengen nangis! Tapi the power of bisikan “katanya wanita batak? Gitu aja nyerah, hih!” akhirnya menguatkan ku. lalu, aku pun berbalik arah menuju stasiun dan langsung bertanya ke salah satu wanita pelayan di toko junk food terdekat. Dari southern, aku ditunjukkan jalan yang menuju ke Yarra River, kemudian aku pun berjalan dan bertanya dengan dua wanita melb yang dengan ramahnya mengatakan bahwa aku tidak salah jalan, tinggal susuri saja dan sepertinya lokasi hostelku berada di pojokan lampu merah. Sampai lah aku di lampu merah, tak sedikit pun ku temukan tanda-tanda hostelku. Lalu aku bertanya dengan 3 orang india. Awalnya mereka mengacuhkanku tapi begitu melihat tampangku yang super lemas, mereka pun segera mengeluarkan smartphone dan berusaha menemukan hostel tersebut. Tak lebih dari 10 menit, mereka berhasil menemukan Nomad hostel yang ternyata ada di sebrang jalan tempatku bertanya. Dengan tanda yang super kecil dan mataku yang tak normal adalah kombinasi sempurna sehingga aku tak dapat menemukan nya. setelah mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, aku pun melangkah pasti masuk ke dalam hostel yang ku rindukan sejak 30 menit yang lalu.

Koper aku tinggalkan dulu di lantai 1, karena resepsionisnya ada di lantai 2. Setelah menyelesaikan administrasi dengan bayar 108 AUD untuk 4 malam dan aku selalu berdoa agar aku tak diletakkan di lebih dari lantai 4. Doaku terkabul! Kamarku nomor 221 yang berada di lantai 3! Alhamdulillah!. aku meminjam free luggage room untuk sementara buat ngeletakin 3 tas yang lain. Berhubung aku bingung dimana letaknya ruangan tersebut, bertanya lah aku dengan cowok asia yang sepertinya emang penghuni hostel tersebut yang belakangan ku ketahui dia berasal dari Hongkong. Aku katakan aku meminjam ruangan in untuk mengambil koper di lantai 1, dia terkejut dan lebih terkejut ketika ku katakan bahwa aku hanya sendirian. Lalu tak disangka, dia bertanya yang mana koperku dan tanpa basa basi langsung mengakat koper yang super berat itu ke lantai 2. YA Allah, makasih atas pertolongan yang Kau kirimkan!. Aku lupa bertanya siapa namanya. Dan sayangnya, setelah hari terakhir di melbourne, aku tak menemukannya.

Masuklah aku ke kamar 221, dan terdapat 8 tempat tidur dengan keadaan yang lumayan berantakan. dan belum ada satu pun sosok penghuni hostel yang datang. 1 jam kemudian, para manusia penghuni hostel mulai berdatangan, dan ini saatnya make more than 1 friends. 3 orang japanese membuatku sangat gampang menjadikan mereka teman karena pengalaman pernah ke Jepang selama 3 minggu tahun lalu. Dan Alhamdulillah nya aku dikarunia kemampuan yang Sok Kenal Sok dekat membuatku berhasil mengajak 2 cewek jepang dan 1 cewek muslim Prancis keturunan Maroko untuk explore Melbourne 3 hari berturut2. Haha J
Mami, Asami, aku dan Wafa di depan Yara River
Kebanyakan penghuni hostel merupakan anak-anak muda yang umurnya kurang dari 26 tahun. Dan mereka berasal dari negara-negara maju di Eropa terutama Jerman. Dengan alasan sederhana yaitu menikmati hidup di belahan bumi lain, mereka datang ke Australia dengan menggunakan Working Holiday Visa. Dimana visa tersebut mengizinkan kita bekerja selama 6 bulan dan 6 bulan lagi travelling mengelilingi benua Kanggoro ini. Pekerjaan yang ditawarkan bukanlah pekerjaan2 keren seperti berada di kantor, tetapi part timer pramuniaga di toko atau supermarket, restaurant, bantu promosi iklan dengan menyebarkan brosur di jalan, bekerja di peternakan sampai menjadi  housekeeper. Jangan salah tapi, ukuran gaji mereka setara dengan fresh graduate di Indonesia. Sakit hati yaa, hahaha. Dengan gaji sekitar 20 AUD atau sekitar 200 ribu rupiah/ jam dan kalau mau hemat alias masak sendiri, biaya makan di Aussie bisa kok sekitar 40 – 50 AUD per minggu. Tapi, bukan gampang dapatin perkerjaan di Ausie, karena persaingan antara para backpacker juga keras banget. Jujur saja, ada rasa kagum dengan mereka, berani mengikuti keinginan dan keluar dari zona nyaman. Aku pun akhirnya jatuh cinta dengan hostel. Alasan nya sederhana saja, dalam waktu kurang lebih 24 jam kudapatkan teman dari berbagai negara dan aku bahagia saja ketika menjelaskan mengenai Islam kepada mereka, J


Tuesday, 22 April 2014

Ada Cerita di Paddys Market


Assalamualaikum warahmatullah hi wabarakatuh

Apa kabar, aku dan kau sehat selalu ya? :D. terlalu banyak hutang tulisan selama bertapa dua bulan di negri orang, maka kali ini aku cicil dengan pengalaman unik selama berburu souvenir di Padddys Market. 

Paddy’s market adalah pasar yang paling direkomendasikan untuk berbelaja souvenir ketika kau berada di salah satu kota termahal di dunia, Sydney. Paddys market tidak hanya satu, ada tiga lokasi. Tetapi yang paling terkenal adalah yang berada di kota yang juga mempunyai nama lain haymarket. Berbekal informasi tersebut, ketika di suatu malam minggu aku menginap di rumah temanku. Berhubung setiap sabtu, dia ada kelas sampai siang, erangkatlah aku sendiri dengan train dari stasiun terdekat dari rumahnya, Bankstown menuju central station, Sydney dengan tarif 4.2 AUD. Central station di Sydney merupakan salah satu stasiun tersibuk dan tertua (dibangun tahun 1906) di benua Kanggoroo.
 
di dalam central station
 Gak kayak stasiun di Indonesia (bagai langit dan bumi :D), central station ini gedee banget dengan 23 platform dan 5 main exit. Gimana menemukan platform dan exit yang tepat ? tentu saja dengan membaca peta dan rajin pelototin sign terdekat. Tapi, berhubung aku adalah type manusia yang selalu gagal dalam membaca peta, tentu saja cara tergampang adalh bertanya dengan orang. Dan aku bertanya selalu lebih dari 2 orang untuk memastikan bahwa jalan yang ku tempuh adalah benar. Haha. 
Exit 2
Maka, setelah menemukan exit yang tepat, yaitu exit 2 untuk menuju paddys market (Haymarket) yang hanya 5 menit walking, maka aku pun bertanya lagi dengan sesosok manusia berseragam. Ajaib, ketika aku mulai bertanya, dia menyapaku dengan bahasa Indonesia. Aku pun langsung antusias dan ternyata bahasa Indonesia dia cukup bagus, ketika aku telusuri lebih jauh, dia muslim dan istrinya adalah arek boyo atau orang surabaya. Dan pemahaman dia tentang islam cukup baik, Alhamdulillah, ucapku. Tapi, satu hal yang menggelitikku adalah, ketika dia bertanya, kenapa aku harus menggenakan jilbab dan dia juga mengatakan jilbab adalah budaya arab, kalau mengenakan jilbab, kenakan saja di Indonesia, kalau disini gak perlu, copot saja. Aku yang terbengong mendengar penafsirannya sambil berusaha ngingat ayat AlQuran yang berhubungan dengan perintah hijab. Lalu, dengan tenang , aku katakan bahwa perintah berjilbab tak perlu di bantah dengan adanya surat AlAhzab ayat 59. Tapi, si bapaknya tetap ngotot dengan pendapatnya. Males berdebat dan wanna save time, aku pilih buat ngeakhiri dan ngucapin makasih. Bapak yang unik, pikirku. Tapi gak papa, alhamdulillah dia islam dan semoga besok pemahamannya dikoreksi Sang Maha, 
dengan Eddy

Berbekal informasi dari si bapak unik, 10 menit kemudian aku pun sampe di Paddy’s market. Bangunannya lupa berapa lantai tapi yang kayak nya nge paddy banget cuma lantai dasar deh. Lantai 1 ke atas udah kayak mall. Waktu zuhur tiba, tak ingin melepaskan perindungan sempurna dari Sang Maha, aku pun bergegas ambil wudhu di toilet. Dasar rejeki, aku ketemu dengan cleanng service yang pake jilbab. Aku pun langsung bertanya, adakah tempat yang cocok untuk aku melakukan shalat? Dia pun mengajakku ke ruangan bossnya. Alhamdulillah. Ternyata ruangan tersebut di jadikan tempat shalat bagi beberapa pekerja. Mungkin itu sebabnya, aku pun dengan mudah mengantongi izin tersebut.
bangunan kantor yang mendadak jadi mushala

Dasar wanita, ngeliat harga yang benar benar menjanjikan mata, aku pun menghabiskan sekitar lebih dari 5 jam di paddys. Harganya benar-benar yahud. Kalau emang banyak ditodong sodara buat bawain oleh-oleh. Berangkatlah ke Paddys. 
suasana paddys market
 
paddys market bagian sayuran dan buahan
Setelah puas belanja, dengan hati riang aku pun kembali ke central station. Tak mau larut dalam kebingungan, aku pun bertanya kepada officer, di platform mana aku kudu menunggu kereta yang menuju ke bankstown yang ternyata di platform 22. Aku yang tak biasanya mengecek barang belanjaan sebelum sampai di rumah, kali ini melakukannya sambil menunggu kereta datang. Dan! Astagfirullah! Satu plastik yang isinya buat anak supervisorku dan adik-adiknya temanku tidak ada di tempat! Masya Allah! ku lirik jam sudah menunjukkan jam 15.10, sementara paddys market tutup jam  16.00, sebenarnya waktu nya masih cukup. Sayangnya aku terlalu capek. Tapi naluriku berbisik, ayo usaha dulu nyari, toh kau akan melihat kegembiraan di wajah mereka dan uangmu tak teruang percuma. Makasih naluri!. Akhirnya aku putuskan untuk segera mencari kembali ke Paddys. Sepanjang jalan aku menguatkan diri. Kalau ketemu yaa berarti rejeki. Kalau gak ketemu berarti kurang sedekah. Aku pun kembali ke Paddys market, dan mencoba mengingat lokasi toko yang aku yang injakkan. Karena 5 jam sudah berkeliling sebelumnya, tak susah bagiku mengdentifikasi toko toko yang aku datangi. Dasar  rejeki, pemilik salah satu toko yang aku datangi berbaik hati menyimpan barangku yang ketinggalan. Alhamdulillah, memang kalau masih rejeki. Dengan riang. Aku pun melangkah meninggalkan paddys! 
Thankyou Paddys!

Note : tak susah menemukan orang jujur di negara kangguru ini. Semoga kelak. Indonesia pun begitu. 

Friday, 28 February 2014

ada yang SALAH dengan ospek kita?

panorama UniofSydney (google)
Assalamualaikum warahmatullah hi wabarakatuh.
Apa kabar? Aku dan kau sehat selalu ya.:)

Aku mau tanya nih, apa pendapat mu ketika mendengarkan kata-kata Orientation day atau yang terkenal dengan OSPEK? Menyenangkan ataukah malah sebaliknya, akan menjadi moment paling menyebalkan dalam tahap hidup mu selanjutnya? Jika sebagian besar kamu memilih untuk menjawab yang kedua, selamat!, Artinya kamu mempunyai potensi untuk mengubah hal tersebut. Bagaimana caranya? Tentu saja cara tergampang adalah berdoa agar para pejabat kampusmu terketuk hatinya untuk mengubah perspektif pola pandangmu dan mengubah ospek tahun depan sesuai dengan jawaban yang pertama. Kalau kamu bersikeras ingin memberikan kontribusi juga akan menjadi lebih yahud. Artinya kamu mengkombinasikan kekuatan yang luar biasa, berdoa dilanjutkan dengan berusaha. Kalau sebagian dari kamu menjawab dengan pilihan pertama, juga selamat! Sampaikan salam hangat dari mereka dengan jawaban kedua kepada kampusmu.

Oke. Sekian dulu preambule nya. *emang UUD? Anggap saja begitu. 

Berkesempatan mengikuti OSPEK di fakultas kedokteran hewan University of Sydney selama 2 hari membuatku terperangah akan sistem yang mereka terapkan. Seseram itukah? Jelas tidak. Sebahagia itukah? Aku dengan yakin mengangguk! Bagaimana? Sama sekali berbeda dengan Indonesia, *mungkin kamu akan bilang dengan “nenek-nenek juga tau!”. 

Oke aku cerita sedikit ya sedikit pengalamanku. Ospek di Fakultas yang merupakan gabungan dari mahasiswa Kedokteran Hewan dan Peternakan, secara hubungan 2 fakultas ini udah kayak adik kakak mungkin ini juga yang membuat para dekan nya memutuskan untuk menggabungkannya. Kampus Kedokteran Hewan University of Sydney memiliki 2 area kampus yang berbeda. Kampus utama di Sydney dan kampus Camden, kampus Camden (aku tinggal disini) merupakan area yang terfokus ke berbagai macam peternakan, dimulai dari babi, kuda, domba, ayam dan sapi. Juga terdapat klinik hewan kecil, klinik kuda dan klinik untuk exotic animal. Selain itu, area Camden Campus juga dilengkapi dengan bangunan untuk kuliah, student accomodation, peternakan dan Carbo Food serta Plant Breeding Institue (keduanya merupakan fasilitas utama untuk mahasiswa agriculture). Camden Campus biasanya digunakan jika mahasiswa mempunyai jadwal praktikum ataupun untuk para mahasiswa yang berada di tingkat akhir yang akan melakukan penelitian dan kelas Patologi yang dilangsungkan selama sebulan penuh (pengingat semasa menjadi “kodilis” di FKH UGM :D)

Ospek di hari pertama dilakukan di main campus, disini keseluruhan mahasiswa dibagi ke beberapa kelompok kecil. Acara pertama dimulai jam 09.00 dengan ucapan selamat datang dari dekan yang diwakili dosen, kemudian acara pengenalan singkat tentang dunia kehewanan. Lalu, kelompok kecil yang didampingi mahasiswa senior bermain games sederhana dengan tujuan mengetahui lebih banyak informasi mengenai teman baru di satu kelompok, kemudian tour de faculty. Setelah bermain games dilanjutkan morning break, lalu pengenalan singkat mengenai Organisasi Intra Kampus. Kemudian jeda makan siang lalu dilanjutkan dengan pengenalan mengenai fasilitas- fasilitas dan kehidupan di kampus. Acara hari pertama selesai jam 16.00.

Kemudian ospek di hari kedua, dengan menggunakan bus fakultas, dilaksanakan di Camden Campus. Tentu saja selain tour peternakan mahasiswa dibekali pengenalan dari Royal Canin (sponsor utama, :D), AVA (Australian Vet Assosiaciation, PDHI nya nih) diakhiri dengan pembagian majalah jurnal gratis, sesi tips berharga  dari para mahasiswa senior( para maba bisa bertanya apa pun mengenai kehidupan kampus) kemudian dilanjutkan dengan games sederhana yang memiliki pesan luar biasa akan pentingnya kerjasama dalam tim serta diakhiri dengan sesi poto bersama. ospek di hari kedua ini pun selesai di jam 16.00
ospek berkelas :))
 Simple, singkat, tidak memberatkan, berharga, menyenangkan, pesan utama tersampaikan. Hal ini yang aku dapat dari pelaksanaan Ospek salah satu Universitas terkenal di benua Kangguru. Sangat berbeda bukan dengan ospek di bumi pertiwi tercinta kita, mulai dari memakan waktu yang lama (bahkan di beberapa kampus sampai 1 semester), dibumbui tindakan bullying dan tindakan konyol yang beragam dengan alasan A-Z, peraturan baru bahwa senior selalu benar.  Dan yang lebih MENYEDIHKAN adalah tidak hanya satu atau dua mahasiswa yang MENINGGAL DUNIA hanya gara-gara OSPEK yang lagi – lagi katanya memiliki tujuan utama untuk berbenah dan mendisiplinkan diri. Entahlah, semoga dari kita bisa mengambil maknanya. Bukankah Junjungan kita, Baginda Rasulullah SAW selalu memberikan prinsip kelembutan untuk mengajarkan sesuatu? .
Di akhir ospek. Jujur. Hati saya mengatakan, selamat! Kalian berhasil membuat saya iri sedalam-dalamnya. 

senyum envy :")
Sekian dulu, maaf gambarnya terbatas, kamera lowbat. Mohon maaf jika ada kata-kata yang salah tapi benar, *maksudnya? Silahkan interpretasi masing-masing.


Friday, 21 February 2014

Having Fun in Piggery Farm University of Sydney



Asslamualaikum warahmatullah hi wabarakatuh.

Apa kabar? Aku dan Kau sehat selalu ya.:D

Tak terasa sudah lebih dari seminggu aku tinggal di Camden, Australia. Banyak pelajaran berharga yang aku dapatkan disini. Ilmu, pengalaman, dan kebahagiaan yang tak terhitung! Alhamdulillah. 

I get chance to do xchange in Uni Sversity of Sydney, Australia. This is pilot program between Gadjah Mada University and University of Sydney. So, next year, student form UniSyd will come to Indonesia for studying in 2 months. In my first week, i learned about epidemiology, worked in Sheep unit, Dairy Farm and the last day in Piggery Farm. Ill share about my experience in piggery farm UniSyd. Lets check it out! :D. 
surrounded by Eucaliptus tree


The head of the piggery farm is Gregory Macnamara who has experience with pig more than 30 years (i called him as the father of pig :D). Together with his son, Benjamin Macnamara, they are the key person in piggery farm UniSyd. 

Jam 07.00, kami (aku dan Agi) dijemput oleh kepala peternakan Babi, Greg. Mereka amat sangat ontime. Untuk sejenak, tinggalkan kebiasaan ngaret Indonesia untuk mencegah mereka mencibir ke negara ibunda pertiwi tercinta. Jarak dari Nepean Hall ke peternakan babi sekitar 10 menit dengan menggunakan mobil. Karena bau dari peternakan babi sangat khas, kami ditawari untuk menggunakan disposable overall. Tawaran yang bagus!. Di peternakan Babi UniSyd terdapat beberapa kelompok kandang, kelompok pertama, babi betina usia produktif, kelompok kedua, kumpulan piglet yang berbeda-beda umurnya (7 – 16 minggu), kelompok ketiga terdiri dari babi-babi yang siap untuk dipasarkan (kastrazed male, betina dan betina yang siap untuk dikawinkan), kelompok keempat terdiri dari para pejantan, kelompok kelima terdiri dari para ibu-ibu babi yang baru saja melahirkan, dan kelompok terakhir terdiri dari babi yang sedang bunting untuk pertama kali dan babi betina spesial kesayangan Greg, EdWina namanya. EdWina sudah tua, sekitar 7 – 8 tahun, spesial karena walaupun sudah tua dia tetap siap untuk bunting. Dan selama hidupnya telah memberikan sebanyak 204 piglet! Dan kesemuanya sehat dan cantik. :D

Di peternakan Babi, kami belajar untuk handling piglet, menyuntik piglet, membedakan body condition score, menggiring babi keluar dari kandang, handling babi dengan alat khusus (aku lupa namanya), test kebuntingan dengan USG. Cara termudah untuk handling piglet adalah angkat satu kaki belakang lalu lakukan gerakan seperti gerakan menggenggam dan letakkan di pinggang (susah untuk dijelaskan tapi mudah dilaksanakan :D). Untuk lokasi suntikan babi, ternyata berbeda dengan sapi, lokasi ideal ada di leher dekat dengan telinga lakukan dengan gerakan lurus 90 derajat. 


Ketika mereka akan disuntik, biasanya akan mengeluarkan teriakan yang lucu tapi amat sangat bising.

Berdasarkan pengalaman  Greg, kekuatan suara mereka sampai 100 dB! Sehingga direkomendasikan penggunaan alat penutup telinga dalam bekerja. Walaupun teriakan mereka masih sangat terdengar, tapi lebih baik untuk menggunakannya. Hihihihi. Penggiringan babi keluar kandang dilakukan dengan memisahkan terlebih dahulu babi yang akan digiring dari kawanan yang lain. Untuk menghandle babi ukuran lebih besar, digunakan alat yang terbuat dari tali dimasukkan ke mulut (jangan terlalu dekat dengan hidung karena akan melukai) lalu tarik dan Babi siap untuk diperiksa ataupun diberi suntikan jika perlu. Penggunaan USG pun dilakukan untuk test kebuntingan pada babi. Dan USG nya super duper canggih! Amat flexibel dan harganya lebih dari 160 juta. Auchh!

Australia merupakan negara dimana Animal Walfare tak hanya sekedar teori. Mereka memberlakukan aturan ini dengan amat sangat ketat. Contoh sederhana, ketika berbelanja di supermarket akan ada produk hewani yang diberi tanda jaminan bahwa produk tersebut didapatkan sesuai dengan perikehewanan alias menjungjung tinggi animal walfare. Kemudian Greg pun mengatakan pada saat kami belajar untuk menghitung body condition score(BCS), jika terdapat babi dengan BCS 1 tanpa diberikan perlakuan khusus seperti managemen perbaikan pakan, maka kepala peternakan tersebut akan dipenjara! Superb subhanallah! And for the pig are ready to sell, the consumer only wanna buy soar and castrated male, why?because if this boar still has their testickel, male hormon or we called it as testosteron will give some influence to the smell of the meat. Greg say its really bad smell! :D. There are two common method to castrate pig, Manual and chemichal. Local anasthesion is given to pig when they are ready to castrated.  Nevertheless,sometime pig is castrated without local anasthesion, just give food and drink, we can cut testicle out, its caused by they are animal who hold their pain tight. In some big company, they give chemical castration and inject some of formulation will depress production male hormon without cut the testikel out. If consumer complain, why this boar still has their testicel? They will answer that this boar has given chemical castration. In Piggery FarmUniSyd, greg dont give chemical castration because its dangerous for people who work with it. There is some chance whenever the worker get this injection for theirself and if it will happen twice, the worker will lost their future! Haha. Auch! 

In the end of our time, Grek asked me about prohibition againts eating a pork and drinking alcohol for moslem. Its interesting question! Actually, i love when some people asked why muslim cant do something normal for others like this prohibition for example. I and Agi tried to explain about it. We says that, pig has  similiar genetic to human and if we eat them thats why some of pig’s chracteristic give some influence to people who eat this. We gave some example by telling a famous story, that there was a Ustad (term of islam teacher) asked by a king from non Muslim country with the same question, “why moslem cant eat pork?”, He explained by giving a example what will be done by 2 chicken and 2 pig in struggling their mate. Its evidently that pig is shameless animal, because both of pig pull together to mate with soar, and what happen with those chicken? With its pride, they fight until one of them die or get injury in their body only to get the hen. About one of forbidden for Muslim others, i asked him, what happen if you drink too much alcohol? He answered that ill do stupid things that i never do with this before. I say, exactly greg! Islam is one of religion that highly respectful of mind, thats why we are not allowed to consume something that can get lost your mind even you consume in a small amount. We also told him a famous story from a observant man. Once upon a time, there was a man who always prayer to Allah every time in his life, and the devil come t him to choose 3 crime that he never done, drinking alcohol, making love with other woman (not his wife, in islam we called it “Zina”) and killing people. He choose to drink alcohol because its like a slightes crime, and what happen to him? After get drunk, he making love with wife from other man, killing her husband, and passed away with not acknowldge Allah SWT as his god. Greg say that him self is not a drinker because he only consume a bottle of beer in 4 months.  And Alhamdulillah, he understood what has been described by us even we talked with very simple english (less of vocab!haha). 

from right to left David, Kim, me and Greg

Agi, Ben and me
Thankyou Allah, Greg, Benjamin, David, Kim and Agi for our moment that we share together. ! :)