Assalamualaikum warahmatullah hi wabarakatuh.
Sebenarnya ii udah ditulis sejak tanggal 20 Desember 2013, tapi berhubung rada sibuk, jadi baru kepost deh sekarang. Jadi, anggap kita balik ke tanggal 20 Desember yaaa.
Hai. Hai. Halo. Pagi ini aku
patah hati. Sebenar – benarnya patah hati. Tapi tak apa, patah hati kali ini
menginspirasi. Pada mau tau kan kenapa aku patah hati ? kalau pun kalian gak
mau tau, yasudah. Tak apa. Toh itu pilihan hidup yang kalian putuskan.
Sadar woi! Jadi gini. Langsung
aja. tulisan ini aku tulis di dalam kamar, sendirian di dalam rumah, mana si
radio lagi muterin lagu si Geisha yang lumpuhkan ingatanku. Masya Allah!
komplit syudaaaaaah!!!!!
Harusnya pagi ini aku sudah di
Hongkong. Hongkong yaa Hongkong! Alhamdulillah, aku berhasil dapat tiket promo
gila-gila an. Bayangkan. Denpasar Hongkong Cuma 7 RIBU RUPIAH!. Dan Hongkong
Surabaya Cuma 207 RIBU RUPIAH!. CAN YOU IMAGINE IT ? sudah. Sesi caps lock
cukup sampai disini. Aku ngedapetin info ini dari grup Backpacker Dunia di
facebook. Om Teddy yang posting ini, dia ngepost, baru aja ngeborong tiket
denpasar hongkong Cuma 5 RIBU Rupiah sebanyak 25 tiket! Masya Allah. aku yang
baru ngebaca post ini merasakan adrenalin yang mengalir deras ke seluruh tubuh.
Dan begitu ngecek di traveloka.com promo itu masih ada dan sampai 23 desember
doang. Apa kah ini yang namanya konspirasi yang menginspirasi ? aku pun
menganggapnya begitu.
Setelah melalui segenap
perjuangan, aku pun fix akan berangkat ke Hongkong. Izin dari ibunda tercinta
dengan gampang ku dapatkan karena aku berangkat bersama adekku. Hehehe. Lalu..
kejadian ini pun terjadi.
Sampai Bali tanggal 17 Desember
jam 11.00 waktu setempat. Sedangkan si adek sampe Ngurah Rai jam 16.00. jadi
lah aku menghabiskan waktu kayak orang ilang. Bawa troley kemana-mana. aku yg
awalnya mikir, kok bandara ngurah rai kayak gini ya? Gak ada bedanya dengan
adisucipto. Iseng. Kakiku melangkah dan mengurungkan niat nunggu si adik di
kedatangan domestik, aku pun bertanya dimana keberangkatan internasional. Dan
begitu sampe, buhsyeet! Megah yee! Karena kagum aku pun mencoba buat video dan
upload ke instagram. Setelah beberapa kali fail buat upload, akhirnya berhasil
juga. Fyi, ini kali pertama aku berhasil unggah video ke instagram, -_-.
Kemudian aku pun cari-cari mushala, niatnya buat tidur sejenak, berhubung sedang
tidak shalat. Sedih juga sih, mushalanya kecil banget! Tapi, gpp deh,
Alhamdulillah masih ada mushala.
Setelah menit-menit membosankan
itu terlalui. Adikku nongol juga di Ngurah Rai. Dengan bahagia, kami pun menuju
loket check in. Setelah beres, tiba-tiba kami melirik ke dua orang mas-mas yang
dari penampilannya, kami yakin 100% mereka juga para stalker backpacker dunia!
Hohoo. Setelah sesi perkenalan singkat, seolah disatukan ikatan yang sama, kami
ber4 menjadi cepat akrab. Dan memutuskan untuk keluar dari loket check in buat
memenuhi rontaan para cacing. Ngobrol ngolor ngidul dan baru pesan makan jam
setengah 8. Dan entahlah, seolah diatur semesta, kami ber4 sibuk masing2,
adikku sibuk pesan tiket sby – medan. Bang Andre sibuk ambil duit dan tukar ke
uang HKD, sedangkan si bang Joe sibuk pesan tiket pulang, tak satupun dari kami
ber4 yang sadar detik-detik terakhir keberangkatan penerbangan kami. Dengan
santai kami naik lift dan malah si bg Andre sempat-sempat mau poto ber4 dulu.
Lalu.. tiba2 mbak2 counter check in kami berteriak, KOK MASIH DISINIII?????!!
KALIAN BER4 PENUMPANG YANG DARI TADI DIPANGGIL – PANGGIL!! Detak jantungku
langsung meningkat beberapa kali lipat! Setelah mbak nya bantuin kami minta
buat si kapten kasih waktu nunggu kami dan ternyata si kapten dengan teganya
bilang gak mau. Lalu kami pun untuk sesaat seperti ada di drama, bayar airport tax, lalu lari melewati
imigrasi dan berlari sekecang mungkin menuju gate 10. Kemudian, mas petugas
menegur kami dan bertanya dan menjawab, gak bisa, pesawatnya baru aja terbang.
Jedar! Batu besar itu seolah menimpaku. Kami ber4 mengeluarkan reaksi yang
berbeda dengan hasil yang sama. Kekecewaan, penyesalan, kesedihan, keletihan
menjadi perpaduan yang sempurna untuk malam ini. Dengan langkah gontai disertai
hati yang sakit, kami menyusuri international departure itu. Tak ada yang
bisa disalahkan. Kami pun saling mnguatkan. Dengan tawa yang miris dan
pandangan mata nanar, kami menatap langit, melambaikan tangan dan menitip salam
ke langit Hongkong. Awalnya berat, bahkan terasa super berat dalam menghadapi
nya, tapi sudahlah apa mau dikata. Semesta tak izinkan dan berbaik sangka lah kepada Sang Maha Perancang
Skenario. Tak ada guna menyesal terlalu lama. ini jadi pelajaran yang super
berharga. Jangan pernah remehkan waktu!
senyum kegetiran di Ngurah Rai Internasional Departure :"") |
just FYI, kedua biji abang backpacker itu tetep berangkat ke Hongkong, seolah sudah tau bakalan ketinggalan mereka dari jauh2 hari beli tiket DPS - HKG untuk tanggal 20 dan baliknya tgl 23 Des. Tapi kemarin si bang Joe message aku di fesbuk, dia bilang seolah kena karma karena aku dan adekku gak jadi berangkat. aku tanya apa karmanya? dia bilang, BlackBerry dia nyempung ke got di Surabaya dan bg Andre ketinggalan pesawat Sby Jakarta karena ketiduran. Koplak! entahlah aku tak tau harus prihatin atau ngakak. EMaap yaa bang ya! :))
Jadi, sangat benar pepatah yang
keluar dari bibirku ini, bahwa. Ketinggalan Pesawat adalah sebenar-benarnya
Patah Hati yang Menginspirasi. :”)
hauahahahahahah.. aku ga tau harus ketawa apa ikut sedih apa gimana nduk.. beneran cyus..
ReplyDeletehih! menyeeebalkan! hahahahaa
DeleteHahaha semangat mbak,, selalu ada kekoplakan di setiap perjalanan yah.
ReplyDeletesiap mas! namanyaaa juga hidup! ahhahhaa
DeleteHahahahahah
ReplyDeleteheh pung!
Delete