Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Tuesday, 1 September 2015

perusahaan teknologi hebat itu bernama Go-Jek !

Assalamualaikum wr wb

Apa kabar kau dan aku? sehat selalu yaa

Go-jek !

Kamu warga Jabodetabek, Bandung, Surabaya dan Bali? Pasti dong gak asing dengan ojek kekinian yang dikenal dengan nama Go-jek. Gampang banget nandainya, dengan khas jaket dan helm hijau bertuliskan Go-jek. Nah, berhubung sebulan terakhir ini aku sejenak menjadi warga ibukota, maka tentu saja aku tak asing dengan Go-jek. Awal mula tau aplikasi ini dari temen. Doi suruh aku download aplikasi Go-jek di play store, terus masukin secarik kode, ntar kamu dapat free 50.000 Da! Lumayan kan! Apalagi kamu di Jakarta gak ada kendaraan, pasti deh kamu bakalan butuh! Tak butuh waktu lama baginya untuk mempengaruhi ku. aku pun langsung mendownload nya. Masukin kode refrensi dari dia, Taraaaa! Dapat deh aku free Go-jek credit sebesar 50.000. Belum lagi aplikasinya yang friendly banget deh. Hebatnya lagi, Go-jek bisa dipake buat Go-Food *elu pesan makanan kemudian dianter ke rumah ; Instant Courier *males ngirim ke JNE atau kantor pos terdekat, Gojeg bisa jadi solus, and the last one fitur Shopping *males keluar buat belanja bulanan? Pesan aja sama Go-jek, ntar bakalan dibelikan deh. Its marvellous ! 

Dan ternyata ini mutual benefit banget. Begitu aku download Go-jeg dan masukin kode refrensi dari teman *sebut saja si A, otomatis aku dapat free Go-jeg credit sebesar 50.000 dan begitu aku pake Go-jeg buat pertama kali, maka si A juga langsung bertambah deh Go-jeg credit nya? Berapa Da? Gak tanggung – tanggung, si A juga dapat free Go-jeg credit 50.000 ! tambah lagi kalau si A punya jiwa marketing yang tinggi, dan doi minta 4 orang temannya yang lain buat downlod. Otomatis saldo Go-Jeg si A bertambah sampe 200.000. Awesome!

Selfie is a must! Thankyou Go-jeg !

Wednesday, 26 August 2015

Profesional nya Rumah Sakit di Penang

Assalamualaikum wr wb

Halo apa kabar? Aku dan kau sehat selalu yaa

Penang. Siapa yang tak pernah dengar? Kota kecil nan damai yang masuk ke dalam wilayah negara tetangga ini sudah entah sejak kapan tersohor di kalangan masyarakat Indonesia terutama warga Medan sebagai tempat yang tepat untuk berobat. Kenapa gitu? Sederhana. Pelayanan yang cepat, alat penunjang diagnosa yang memadai, bahasa yang hampir tak ada beda dengan bahasa ibu kita, harga yang tak tipu-tipu, serta pelayanan yang profesional. Bahkan kata adek ibuku yang kemarin ngelakuin general check up, harga nya jauh lebih murah dibandingkan di Jakarta. Adalah lelaki terhebatku salah satunya. Sebagai penderita diabetes, ayahku termasuk pelanggan setia rumah sakit Lam Wa Eh, Penang, dan kemudian karena suatu alasan, berpindah haluan ke Island Hospital, Penang. Nah, pada suatu ketika, masih di tahun ini, aku yang ngebet pengen operasi laser mata dan BuyaUmik yang begitu khawatir dengan operasi jendela dunia ini akhirnya memutuskan untuk mengajakku periksa mata sekalian regular check up nya ayahanda tercinta.
perjalanan menuju ke Island Hospital

Island Hospital

Thursday, 30 July 2015

Saya Cinta Ayah, Review Novel Andrea Hirata



Assalamualaikum wr wb 

Andrea Hirata memang memukau! Postingan ini di dedikasi khusus untuk penulis favorit saya. Setelah menyelesaikan novel nya yang berjudul Ayah, saya langsung tak mau buang-buang waktu untuk menulis reviewan novel yang memiliki kekuatan sempurna untuk mengalihkan saya dari apapun! Its more than worthed! 
 
Thx Favorit!
Alkisah, tokoh utama itu bernama Sabari bin Insyafi. Seorang kuli berintegritas tinggi yang tinggal di sebuah kampung paling ujung, di pinggir laut Belitong sebelah timur. Dibalik wajahnya yang sering jadi bahan cemoohan, tersimpan watak yang sangat mulia. Dengan lihai, Andrea Hirata melukiskan sang tokoh. Kisah cintanya yang tak terperikan karena harus menghadapi kenyataan bertepuk sebelah tangan seumur hidup dengan seorang Marlena binti Markoni. Persahabatannya yang kekal dengan Tamat berprofesi tukang kipas satai kambing muda restoran Africa, Tanjong Pandan, Ukun yang memiliki keahlian menggulung dinamo, dan Toharun yang kelak menjadi mentor olahraga lari marathon Sabari. Dan perjuangannya merindukan kehadiran si anak yang sempat hilang.  

Tuesday, 7 April 2015

Review Novel Rindu Tere Liye

Assalamualaikum wr wb

Hai. Apa kabar? Aku dan kau sehat selalu ya

Baru ingat aja. Dari sekian postingan belum pernah ngepost ttg “review a book”, Padahal, dari kemarin udah niat banget. Tapi baru sekarang deh. Jadi postingan review an pertama aku dari novel Tere Liye yang berjudul “rindu”. Pada tau dong ya tentang penulis kondang ini. Pertama kali aku baca novel beliau yang berjudul “Negeri di Ujung Tanduk” kemudian dilanjutkan dengan “Negri Para Bedebah”, kebetulan minjem punya adek kontrakan X)). Dengan karya sebagus itu, aku hanya membutuhkan waktu 1 minggu untuk menyelesaikan dua novel tersebut.

Nah, berhubung aku baru saja selesai membaca novel “rindu” yang menurutku masuk ke dalam kategori “must read” ini, aku mau ngereview deh. Kali aja om Tere Liye sempat baca and he knows that I am such a big fans! Muehehew

Jadi, novel fiktif dengan tebal sekitar 544 halaman ini bercerita bagaimana hebatnya petualangan kepergian jamaah haji Indonesia dengan menggunakan kapal uap Blitar Holland pada jaman penjajahan belanda. Novel ini memiliki beberapa tokoh utama yang memiliki peran masing – masing. Sebut saja keluarga Daeng Andipati, pengusaha kaya dan bahagia asal makasar yang ternyata memiliki beban kebencian yang begitu mendalam kepada ayah kandungnya sendiri, Gurutta Ahmad Karaeng, alim ulama yang begitu dihormati di seluruh penjuru Makasar, sejarahwan yang menulis lebih dari 100 buah buku dan suka memiliki pertanyaan terdalam “berani kah aku melakukan amar ma’ruf nahi munkar dengan menggunakan perbuatan?”, Ambo Uleng, pelaut bugis super tangguh yang memilih bekerja di kapal uap dengan tujuan meninggalkan Makasar sejauh mungkin disebabkan patah hati berkepanjangan karena gadis pujaan akan dijodohkan dengan orang lain ; kapten Philips, kapten kapal Belanda yang super baik hati ; seargent Lucas, tentara belanda yang culas nan menyebalkan ; Bonda upe, mantan cabo yang sekarang sudah menjadi guru mengaji, Ruben, rekan kelasi Ambo Uleng berkebangsaan Belanda yang humoris dan penuh perhatian ; Bapak Soerjaningrat dan Bapak Mangoenkusumo, jemaah haji dari surabaya yang berperan sebagai guru sekolah anak-anak selama perjalanan haji ; Mbah kakung dan mbah Putri, pasangan sepuh yang cintanya begitu menginspirasi seantero penumpang Blitar Holland.

rindu  (google)